Kamis, 16 Juli 2020

Analisis teori Kritis memandang terjadinya krisis finansial yang dialami Amerika Serikat di tahun 2008

Analisis teori Kritis memandang terjadinya krisis finansial yang dialami Amerika Serikat di tahun 2008         

      Latar belakang pemikiran Jurgen Hebermas tidak lain merupakan sebuah upaya dalam melakukan pembaharuan stagnansi yang dialami oleh Teori Kritis Mazhab Frankfurt pada saat itu. Pada teori kritis yang di kembangkan oleh Hebermas, beliau tidak menggunakan tindakan kekerasan dimana hanya akan membuat suatu penindasan yang lama menciptakan penindasan yang baru. Teori Kritis Hebermas juga mengutamakan fakta-fakta objektif dan mencoba menembus realitas sosial sebagai fakta sosial.

      Krisis ekonomi yang dialami Amerika Serikat pada tahun 2008-2009 merupakan krisis yang cukup besar yang mempengaruhi tidak hanya Amerika Serikat sendiri melainkan negara-negara lain, apalagi yang masih memiliki ketergantungan yang sangat besar pada perekonomian Amerika. Terjadinya resesi yang menyebabkan turunnya harga rumah yang sangat signifikan malah menjadi kesempatan besar bagi para penjual rumah karena berfikir akan meningkatkan jumlah penawaran, namun sayangnya mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut mengakibatkan banyaknya kredit rumah yang tidak memiliki kejelasan serta didukng pula oleh mudahnya regulasi peminjaman uang di bank dalam hal pengkreditan rumah. Bukan saja karena turunnya harga rumah, krisis yang terjadi juga disebabkan oleh perubahan arah kebijakan moneter AS yang mulai diperketat pada pertengahan tahun. Hal ini menjadi ancaman tersendiri bagi AS dimana mulai meningkatnya debitur yang mengalami gagal bayar, penaikan suku bunga juga Subprime Mortgageyang mengalami kemacetan pembayaran. Bank-bank juga mengurangi pemberlakuan peminjaman kepada bank lain karena khawatir mengalami kerugian akibat surat jamimam yang tidak pasti.

      Teori kritis menurut Hebermas menjelaskan bagaimana krisis ekonomi yang terjadi di saat itu hanya memaikan peran para debitur debitur yang berusaha mendapatkan keuntungan yang malah menciptakan kerugian dan yang cukup besar karena pembayaran yang menjadi tidak jelas. Sehingga bukan hanya berdampak pada perekonomian AS tetapi juga berimbas pada perekonomian negara lain karena mempengaruhi jalur finansial serta perdagangan yang mengakibatkannya menjadi krisis perekonomian global. Bukan hanya krisis, terjadi juga peningkatan jumlah pengagguran karena melemahnya tingkat konsumsi melalui efek penurunan pendapatan.

Hingga pada akhirnya AS beserta negara-negara besar lain menyetujui G20 untuk mengatasi masalah ini. Juga timbulnya kesadaran bahwa AS membutuhkan dukungan dari negara lain untuk mendukung perekonomiannya. Dalam forum G20 tersebut diharapkan menjadi tempat untuk diskusi dan juga untuk kerjasama tentang hal-hal yang berkaitan dengan sistem moniter di dunia internasional. Dalam pertemuan ini, juga untuk mempelajari, menyetujui dan mendorong diskusi antara negara-negara maju dan juga mengembangkan kebijakan yang lebih penting untuk mengatasi masalah keuangan internasional. ketidakmampuan AS untuk mengatasi masalah ini sendirian atau hanya dengan negara-negara maju membuat AS dan negara-negara maju lainnya perlu melibatkan negara-negara berkembang lainnya dan juga berpengaruh untuk menegosiasikan solusi. Ini juga ditandai dengan kemunculan Negara-Negara Baru Berkembang seperti Cina dan India, yang pertumbuhan ekonominya begitu cepat dan maju sehingga ekonomi dunia tidak lagi tergantung pada AS, terutama dalam hal industri (India) dan ekspor- perdagangan impor (Cina). Dan kemunculan Uni Eropa yang kian menggigit dan berkembang pesatnya ekonomi negara-negara Uni Eropa juga telah memudarkan kehebatan ekonomi AS.

Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa teori kritis menurut Hebermas mengutamakan untuk meyelesaikan permasalahan yang terjadi daripada meningglkannya. AS yang pada akhirnya bukan lagi merupakan ‘raja’ dalam perekonomian dunia pada akhirnya membutuhkan bantuan dari negara-negara berkembang dengan menyetujui G20 sebagai tempat untuk merundingkan dan mencari solusi dalam masalah perekonomian dunia yang terjadi pada saat itu. Tidak hanya terpaku pada sintem perekonomian yang berlaku pada saat itu saja, subjek-subjek ekonomi di saat itu juga menjadi lebih liberal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar