Analisis teori Kritis
memandang terjadinya krisis finansial yang dialami Amerika Serikat di tahun
2008
Latar belakang pemikiran Jurgen Hebermas tidak
lain merupakan sebuah upaya dalam melakukan pembaharuan stagnansi yang dialami
oleh Teori Kritis Mazhab Frankfurt pada saat itu. Pada teori kritis yang di
kembangkan oleh Hebermas, beliau tidak menggunakan tindakan kekerasan dimana
hanya akan membuat suatu penindasan yang lama menciptakan penindasan yang baru.
Teori Kritis Hebermas juga mengutamakan fakta-fakta objektif dan mencoba
menembus realitas sosial sebagai fakta sosial.
Krisis ekonomi yang dialami Amerika
Serikat pada tahun 2008-2009 merupakan krisis yang cukup besar yang
mempengaruhi tidak hanya Amerika Serikat sendiri melainkan negara-negara lain,
apalagi yang masih memiliki ketergantungan yang sangat besar pada perekonomian
Amerika. Terjadinya resesi yang menyebabkan turunnya harga rumah yang sangat
signifikan malah menjadi kesempatan besar bagi para penjual rumah karena
berfikir akan meningkatkan jumlah penawaran, namun sayangnya mereka tidak
menyadari bahwa hal tersebut mengakibatkan banyaknya kredit rumah yang tidak
memiliki kejelasan serta didukng pula oleh mudahnya regulasi peminjaman uang di
bank dalam hal pengkreditan rumah. Bukan saja karena turunnya harga rumah,
krisis yang terjadi juga disebabkan oleh perubahan arah kebijakan moneter AS
yang mulai diperketat pada pertengahan tahun. Hal ini menjadi ancaman
tersendiri bagi AS dimana mulai meningkatnya debitur yang mengalami gagal
bayar, penaikan suku bunga juga Subprime
Mortgageyang mengalami kemacetan pembayaran. Bank-bank juga mengurangi
pemberlakuan peminjaman kepada bank lain karena khawatir mengalami kerugian
akibat surat jamimam yang tidak pasti.
Teori kritis menurut Hebermas menjelaskan
bagaimana krisis ekonomi yang terjadi di saat itu hanya memaikan peran para
debitur debitur yang berusaha mendapatkan keuntungan yang malah menciptakan
kerugian dan yang cukup besar karena pembayaran yang menjadi tidak jelas.
Sehingga bukan hanya berdampak pada perekonomian AS tetapi juga berimbas pada
perekonomian negara lain karena mempengaruhi jalur finansial serta perdagangan
yang mengakibatkannya menjadi krisis perekonomian global. Bukan hanya krisis,
terjadi juga peningkatan jumlah pengagguran karena melemahnya tingkat konsumsi melalui
efek penurunan pendapatan.
Hingga pada akhirnya AS beserta
negara-negara besar lain menyetujui G20 untuk mengatasi masalah ini. Juga
timbulnya kesadaran bahwa AS membutuhkan dukungan dari negara lain untuk mendukung
perekonomiannya. Dalam forum G20 tersebut diharapkan menjadi tempat untuk
diskusi dan juga untuk kerjasama tentang hal-hal yang berkaitan dengan sistem
moniter di dunia internasional. Dalam pertemuan ini, juga untuk mempelajari,
menyetujui dan mendorong diskusi antara negara-negara maju dan juga
mengembangkan kebijakan yang lebih penting untuk mengatasi masalah keuangan
internasional. ketidakmampuan AS untuk mengatasi masalah ini sendirian atau
hanya dengan negara-negara maju membuat AS dan negara-negara maju lainnya perlu
melibatkan negara-negara berkembang lainnya dan juga berpengaruh untuk
menegosiasikan solusi. Ini juga ditandai dengan kemunculan Negara-Negara Baru
Berkembang seperti Cina dan India, yang pertumbuhan ekonominya begitu cepat dan
maju sehingga ekonomi dunia tidak lagi tergantung pada AS, terutama dalam hal
industri (India) dan ekspor- perdagangan impor (Cina). Dan kemunculan Uni Eropa
yang kian menggigit dan berkembang pesatnya ekonomi negara-negara Uni Eropa
juga telah memudarkan kehebatan ekonomi AS.
Dari penjelasan tersebut dapat dilihat
bahwa teori kritis menurut Hebermas mengutamakan untuk meyelesaikan
permasalahan yang terjadi daripada meningglkannya. AS yang pada akhirnya bukan
lagi merupakan ‘raja’ dalam perekonomian dunia pada akhirnya membutuhkan
bantuan dari negara-negara berkembang dengan menyetujui G20 sebagai tempat
untuk merundingkan dan mencari solusi dalam masalah perekonomian dunia yang
terjadi pada saat itu. Tidak hanya terpaku pada sintem perekonomian yang
berlaku pada saat itu saja, subjek-subjek ekonomi di saat itu juga menjadi
lebih liberal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar