Kamis, 16 Juli 2020

Bagaimana Perang Dingin Menciptakan Keamanan


            Berakhirnya perang dingin berdampak besar pada tata kelola sistem global dalam berbagai hal termasuk isu keamanan. Berakhirnya perang dingin ini juga mengakibatkan akhir dari isu perang menjadi isu kontemporer, seperti lingkungan, pendidikan, gender dan lainnya. Dalam studi ilmu hubungan internasional, tidak ada yang bisa menjamin keamanan. Karena pada dasarnya, perspektif utama keamanan beranggapan bahwa system dunia ini adalah anarki. Seperti yang kita ketahui, anarki adalah sistem yang letak kekuasaan tertinggi ada di negara, tidak ada sesuatu yang lebih tinggi dari negara. Pada era perang dingin, dunia dikuasai oleh kekuatan bipolar antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dua kekuatan besar ini saling bersaing dan menjadikan mereka menjadi fokus negara lain untuk menyeimbangi kekuatan dua negara tersebut atau dengan kata lain melakukan balance of power. Tujuan dari balance of power ini tidak lain adalah untuk meningkatkan rasa aman suatu negara dari ancaman negara lain. Akhir perang dingin yang di tandai dengan kekalahan Uni Soviet sehingga secara otomatis membuat Amerika menjadi pusat kekuasaan negara di dunia berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat.

            Pada masa perang dingin dapat kita lihat bahwa negara menjadi aktor utama pada masa itu. Pada masa sebelum perang dingin negara yang kuat masih identic dengan negara yang militernya kuat. Sehingga membuat ancaman keamanan memiliki target yang  jelas. Mengakibatkan pemikiran tentang Security Dilemma menjadi begitu terasa pada masa perang dingin, meskipun pada saat ini juga masih terasa.

            Setelah terjadinya perang dingin sistem global di dunia menjadi berubah drastis ditandai dengan adanya ketegangan politik dan militer antara sebagian negara Eropa dan sekutunya NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan negara-negara komunis dibawah pimpinan Uni Soviet. Pada kenyataannya Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak terlibat perang militer, namun yang terjadi adalah  persaingan dalam olahraga, antariksa dan pengembangan senjata nuklir. NATO yang pada awalnya merupakan aliansi politik yang dibentuk pasca perang dingin mengubah mandatnya dan berkomitmen untuk ‘menjaga kebebasan, warisan bersama dan peradaban, warisan bersama dan peradaban bangsa, berlandaskan prinsip-prinsip demokrasi, kebebasan individual dan suplementasi hukum’ Perubahan pada pola keamanan internasional dipengaruhi juga oleh adanya fenomena globalisasi yang menjadi alasan kuat pergeseran konsep keamanan hingga pada masa sekarang. Meskipun perang dingin telah berakhir, NATO tidak kehilangan eksistensinya di hadapan dunia internasional.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar