Selasa, 30 Juni 2020

Empat Pilar dalam GVC

Empat pilar dalam GVC

1. Akses menuju pasar

            Akses menujuu pasar secara luas sangat relevan dengan inklusi dalam rantai nilai. Dalam konteks model ini. Secara khusus merujuk pada keberadaan rantai nilai di antaranya produsen dan pembeli dan juga bagaimana merek dapt berdiri. Secara tradisional, pasar spot di sektor pertanian bangan berarti bahwa tidak aada hubungan langsung yang diperlukan antara kedua produsen dan konsumen. Dan produsen menjual hasil panennya kepada penawar tertinggi. Namun transformasi sektor-sektor ini dan penekanan pada keamanan pangan telah terjadi peningkatan kebutuhan akan karakteristik produk tertentu, mengendalikan produksi dan keterlacakannya. Tata kelola sektor ini bergeser dari interaksi yang wajar ke hubungan yang lebih dekat dengan pembeli yang menentukan dengan tepat produk apa yang di produksi dan dengan kondisi seperti apa. Oleh karena itu, tahap pertama intervensi membutuhkan hubungan antara produsen dan konsumen. Koneksi ini penting untuk menuntun konsumen atau memimpin perusahaan mengenai potensi bisnis yang berasal dari sumber yang kecil oleh produsen, serta memfasilitasi interaksi sampai produsen kecil berada dalam posisi untuk mengelola hubungan secara berkelanjutan.

           

2. Akses  Menuju Pelatihan

            Mungkin banyak produsen kecil ysng telsh bekerja di pertanian sepanjang hidup mereka, maka perlu dilakukan pelatihan yang spesifik yang rutin untuk meningkatkan kualitas produk, memperkenalkan teknologi yang baru serta varietas tanaman, dan juga untuk mematuhi keamanan pangan dan sertifikasi persayaratan lainnya seperti persyaratan yang mengatur mesuk ke dalam rantai nilai nasional, regional dan sampai ke internasional. rantai nilai agro-pangan saat ini sangat canggih dan tanaman ditanam dengan cara tradisional sehingga metode yang dibuat sering tidak memenuhi persyaratan pasar internasional. Pengembangan keterampilan dalam keterampilan dalam rantai nilai agro-pangan, secara umum telah diremehkan di masa lalu dan focus pada pelatihan di tingkat komersial yang baru saja muncul. Tingkat pendididkan di pedesaan di banyak negara berkembang yang cenderung rendah dan membutuhkan bantuan teknis yang dijalankan oleh pemerintah sering kali kekurangan staf dan tidak cukup siap untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang semakin benyak menuntut.

 

3. Membangan Koordinasi dan Kolaborasi

            Pembangunan koordinasi dan kolaborasi harus dilakukan pada dua tingkat. Pertama koordinasi dan kolaborasi horizontal antar produsen memfasilitasi pembentukan kelomok produsan atauasosiasi, bukan hanya untuk mencapai skala ekonomi yang dibutuhkan tapi juga untuk memberikan peluang agar dapat menambah nilai pada produk yang mereka sediakan (peningkatan). Yang kedua, koordinasi dan kolaborasi vertical, melibatkan interaksi dengan aktor lain dari rantai untuk membangun hubungan, menemukan sinergi dan berbagi informasi untuk meningkatkan kinerja rantai secara keseluruhan. Tahap berkelanjutan dimasukkannya dalam rantai nilai untuk produsen keil sehingga memerlukan beberapa bentuk organisasi dalam cara berkelanjutan untuk mencapai skala ekonomi.

Koordinasi dan kolaborasi horizontal

            Produsen kecil dan menengah membutuhkan skala ekonomi untuk dapat bersaing dalam pasar. Menurut definisinya, mereka tidak memiliki skala yang dibutuhkan untuk menghasilkan tanaman dalam jumlah besar. Biaya transaksi untuk berurusan denga produsen perorangan tinggi dan tidak efektif biaya atau menguntungkan bagi pembeli untuk bekerja dengan produsen secara individual. Pengorganisasian diri adalah tugas yang sulit untuk dicapai bagi produsen kecil dan menengah. Komitmen produsen tetap penting untuk keterlibatan yang sukses dalam koperasi. Jadi mereka sering membutuhkan dorongan dan dukungan aktor eksternal untuk memahami dan menghargai imbalan tindakan kolektif dan untuk menjadikan diri mereka sebagai organisasi formal yang legal.

Koordinnasi dan kolaborasi vertical

            Kordinasi dan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan rantai sangat penting untuk rantai kinerja dan peningkatan. Rantai pemangku kepentingan mencakup semua aktor yang berperan dalam pengemangan industry, termasuk produsen, penyedia input, perantara, pembeli, asosisasi industry, lembaga keuangan, lembaga pemerintah yang focus pada industry pengembangan, agen promosi ekspor dan lembaga pengatur.  Mempromosikan dialog dan aliansi public dan swasta sangat bermanfaat tidak hanya untuk menyelesaikan informasi asimetri untuk petani kecil, tetapi juga kemajuan industry di tingkat lokal dan negara. Aliansi ini memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh sektor dengan tujuan akhir mengoordinassi dan menetapkan strategi pengembangan industry bersama.

 

4. Akses ke Keuangan

            Masuk kedalam rantai nilai membutuhkan investasi tertentu untuk mencakup infrastruktur, peralatan dan mendapatkan sertifikasi. Namun, produsen kecil sering kali mengalami kendala likuiditas dan kredit serta tidak memiliki akses ke saluran keuangan formal, yang keduanya membatasi poteni merekak untuk melakukan investasi yang dibutuhkan. Kredit untuk produsen kecil terkendalam karena beberapa alasan, termasuk resiko tinggi, informasi asimeris, kurangnya jaminan, penyebaran di daerah pedasaan dan kebijakan ekonomi yang tidak menguntungkan. Batasan kredit ini mencegah produsen kecil berinvestasi dalam peralatan yang diperlukan, seperti sistem irigasi, rumah kaca, atau penyimpanan dingin untuk mencapai peningkatan produktivitas, untuk menyembangkan bagian tanah mereka yang tidak terpakai atau untuk meningkatkan hasil produk mereka menjadi bernilai lebih tinggi, sehingga membatai potensi mereka untuk berpartisipasi dalam koortdinasi nilai rantai. Intervensi dapat memfasilitasi akses keuangan melalui berbagai model.

 

 

Gereffi Gary, Fernandez-Stark Karina. 2016. Duke University. Global Value Chain Analysis. Book

            https://www.researchgate.net/publication/305719326_Global_Value_Chain_Analysis_A_Primer_2nd_Edition . Diakses pada senin 18 November 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar